Amazon terus bereksperimen dengan cara baru agar asisten virtual terasa lebih hidup dan personal. Setelah sebelumnya memperkenalkan beberapa gaya respons untuk Alexa Plus, perusahaan teknologi tersebut kini menambahkan satu opsi baru yang jauh lebih berani. Mode terbaru bernama Sassy menghadirkan gaya bicara penuh sarkasme, candaan tajam, dan sesekali disertai kata-kata kasar yang telah disensor.
Mode Sassy melengkapi tiga gaya kepribadian yang sudah lebih dulu tersedia, yaitu Brief, Chill, dan Sweet. Perbedaan gaya ini memengaruhi cara Alexa merespons pertanyaan, termasuk nada bicara, pilihan kata, serta sikap yang ditampilkan selama percakapan.
Amazon menjelaskan bahwa mode baru ini dirancang untuk menghadirkan interaksi yang lebih santai dan penuh humor. Respons yang muncul dapat berisi sarkasme ringan, sindiran bercanda, hingga komentar yang terdengar seperti balasan spontan dari teman dekat. Tujuannya adalah membuat percakapan terasa lebih natural dibanding gaya asisten virtual yang biasanya terlalu formal.
Meski demikian, fitur ini tidak ditujukan untuk semua pengguna. Mode Sassy hanya tersedia untuk pengguna dewasa dan tidak dapat diaktifkan jika fitur Amazon Kids sedang digunakan. Amazon juga menambahkan langkah keamanan tambahan di aplikasi Alexa sebelum gaya ini dapat diaktifkan.
Pengguna yang ingin mencobanya dapat mengubah gaya kepribadian Alexa melalui pengaturan perangkat di aplikasi. Setelah dipilih, Alexa akan mulai merespons dengan nada yang jauh lebih santai dan kadang menyelipkan humor sarkastik.
Dalam salah satu percobaan, ketika diminta menjelaskan sebuah laptop baru, Alexa merespons dengan kalimat yang cukup berani untuk ukuran asisten virtual. Sistem tersebut memuji perangkat tersebut sambil menyindir kebiasaan harga mahal di industri laptop premium, bahkan menyelipkan kata kasar ringan yang telah disensor.
Amazon menggambarkan gaya ini sebagai kombinasi antara bantuan informatif dan komentar yang sedikit menghakimi. Respons Alexa bisa berupa pujian yang terasa seperti sindiran atau komentar yang terdengar tajam namun tetap dibungkus dengan humor.
Meski terdengar sinis, Alexa tetap dirancang untuk bersikap empatik dalam situasi tertentu. Ketika percakapan beralih ke topik yang lebih sensitif, seperti kondisi hewan peliharaan yang sakit, asisten AI tersebut langsung merespons dengan nada lebih lembut dan menawarkan bantuan yang relevan, seperti mencari nomor dokter hewan.
Eksperimen ini menunjukkan bagaimana Amazon mencoba membuat interaksi dengan AI terasa lebih manusiawi. Selama ini, banyak pengguna menganggap asisten digital terlalu kaku dan monoton. Dengan menambahkan variasi gaya komunikasi, perusahaan berharap percakapan terasa lebih menarik dan tidak membosankan.
Namun pendekatan tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Humor sarkastik dan gaya bicara yang terlalu santai berpotensi terasa canggung jika tidak disampaikan dengan tepat. Beberapa pengamat menilai mode Sassy masih terasa seperti upaya yang terlalu dipaksakan untuk mengikuti gaya komunikasi generasi muda di internet.
Jika tidak disempurnakan, gaya ini berisiko hanya menjadi fitur yang dicoba sebentar lalu ditinggalkan pengguna. Banyak orang kemungkinan tetap memilih gaya yang lebih netral dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Meski begitu, langkah Amazon ini menunjukkan arah baru dalam pengembangan asisten AI. Persaingan di bidang kecerdasan buatan semakin mendorong perusahaan teknologi untuk membuat interaksi digital terasa lebih personal, ekspresif, dan mendekati percakapan manusia.
Apakah gaya sarkastik seperti ini akan benar-benar diminati dalam jangka panjang masih menjadi pertanyaan. Namun eksperimen tersebut memperlihatkan bahwa masa depan asisten digital tidak hanya tentang kecerdasan menjawab pertanyaan, tetapi juga tentang kepribadian yang mampu membuat percakapan terasa hidup.

