Microsoft kembali mempertegas arah strateginya di dunia komputasi dengan memperluas dukungan Windows berbasis Arm. Kali ini, langkah konkret dilakukan lewat kehadiran aplikasi Xbox di seluruh PC Windows 11 yang menggunakan arsitektur Arm. Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar teknis, tetapi implikasinya cukup besar bagi masa depan ekosistem Windows dan industri gim PC.
Selama bertahun-tahun, perangkat Windows berbasis Arm sering dipandang sebagai alternatif yang efisien daya, namun kurang fleksibel. Banyak aplikasi dan gim dirancang untuk prosesor x86, sehingga pengalaman di perangkat Arm kerap terbatas. Situasi ini mulai berubah sejak Microsoft menyempurnakan teknologi emulasinya. Pembaruan pada Prism emulator yang dirilis akhir 2025 memungkinkan aplikasi x86 dan x64 berjalan lebih optimal di Arm, termasuk dukungan instruksi penting yang berpengaruh langsung pada performa gim.
Dengan fondasi tersebut, aplikasi Xbox kini dapat berfungsi penuh di PC Arm. Pengguna dapat membeli, mengunduh, hingga melakukan streaming gim PC langsung melalui satu aplikasi resmi. Microsoft menyebut sebagian besar katalog Game Pass sudah bisa dijalankan di perangkat Arm, sebuah klaim yang menunjukkan kemajuan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
Keunggulan lain dari Windows berbasis Arm adalah kompatibilitasnya dengan sistem anti-cheat yang umum digunakan gim daring. Dukungan terhadap solusi seperti Easy Anti Cheat membuka akses ke lebih banyak gim multipemain, sesuatu yang masih menjadi tantangan di beberapa platform alternatif. Hal ini menempatkan Windows on Arm sebagai opsi yang lebih terbuka bagi penggemar gim kompetitif.
Langkah ini tidak berdiri sendiri. Microsoft telah lama menyiapkan transisi ini melalui investasi besar pada perangkat keras Arm dan program Copilot+ PC yang diperkenalkan pada 2024. Kehadiran chip Snapdragon generasi terbaru memperkuat sinyal bahwa Arm bukan lagi eksperimen, melainkan pilar utama strategi Windows ke depan.
Dampaknya terasa langsung bagi pengguna yang menginginkan perangkat ringan, hemat daya, namun tetap mampu menjalankan aplikasi dan gim modern. Selain itu, langkah ini juga membuka kemungkinan baru di segmen perangkat portabel. Selama ini, fokus Microsoft masih tertuju pada PC genggam berbasis AMD, tetapi dukungan yang semakin matang untuk Arm menimbulkan spekulasi bahwa perangkat Windows 11 portabel berbasis Arm bukan lagi sekadar wacana.
Secara keseluruhan, hadirnya aplikasi Xbox di PC Windows Arm menandai babak baru. Windows tidak hanya berupaya mengejar efisiensi dan kecerdasan buatan, tetapi juga memastikan pengalaman hiburan dan gim tetap menjadi bagian penting dari ekosistemnya.

