Apple kembali membuat kejutan dengan menghadirkan pembaruan perangkat lunak untuk sejumlah iPhone dan iPad lawas yang selama ini dianggap sudah melewati masa dukungan. Langkah ini tergolong tidak biasa, mengingat perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut umumnya hanya memprioritaskan model yang relatif baru untuk menerima pembaruan sistem operasi.
Selama bertahun-tahun, siklus hidup iPhone biasanya berada di kisaran lima hingga tujuh tahun. Setelah melewati rentang itu, perangkat tidak lagi mendapatkan pembaruan iOS terbaru, termasuk fitur baru, perbaikan bug, serta tambalan keamanan. Kondisi ini membuat pengguna ponsel lama berada di persimpangan antara bertahan dengan perangkat lama atau beralih ke model yang lebih mutakhir demi menjaga performa dan keamanan.
Namun, situasinya sedikit berubah pada akhir Januari 2026. Apple merilis iOS 12.5.8, sebuah pembaruan khusus yang ditujukan untuk iPhone generasi lama, termasuk iPhone 5S dan iPhone 6 yang dirilis lebih dari satu dekade lalu. Beberapa model iPad dari periode yang sama juga ikut mendapatkan pembaruan serupa melalui iPadOS 12.5.8. Ini menjadi pembaruan pertama bagi perangkat-perangkat tersebut setelah bertahun-tahun tidak tersentuh sistem operasi terbaru.
Pembaruan ini bukan sekadar perbaikan kecil. Apple menyebutkan bahwa update tersebut memperpanjang masa berlaku sertifikat penting yang dibutuhkan agar layanan inti seperti iMessage, FaceTime, serta proses aktivasi perangkat tetap berfungsi hingga setidaknya Januari 2027. Tanpa pembaruan ini, ada potensi perangkat lama mengalami gangguan fungsi, bahkan bisa kehilangan kemampuan untuk menjalankan layanan utama dalam waktu relatif dekat.
Keputusan ini menunjukkan perhatian Apple terhadap keberlanjutan penggunaan perangkat lama. Di tengah tren industri yang mendorong pembelian gawai baru setiap beberapa tahun, langkah ini memberikan napas tambahan bagi ponsel dan tablet yang masih layak pakai. Selain memperpanjang usia teknis perangkat, pembaruan ini juga membantu mengurangi limbah elektronik yang semakin menjadi persoalan global.
Bagi pemilik iPhone 5S, iPhone 6, serta iPad generasi awal, pembaruan ini sangat krusial. Dengan melakukan update, perangkat tetap dapat digunakan untuk berkomunikasi, mengakses layanan digital, dan menjalankan fungsi dasar tanpa hambatan besar. Sebaliknya, jika pembaruan diabaikan, risiko gangguan sistem akan semakin besar seiring berjalannya waktu.
Tidak hanya model yang sangat lawas, Apple juga menggulirkan pembaruan untuk generasi iPhone yang lebih baru, mulai dari iPhone 7 hingga iPhone X, melalui versi iOS yang lebih mutakhir. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kestabilan dan keamanan ekosistemnya, sekaligus memberikan opsi bagi pengguna untuk mempertahankan perangkat lama tanpa harus segera melakukan penggantian.
Dampak langsung dari kebijakan ini terasa nyata dalam keseharian. Perangkat yang tetap berfungsi optimal berarti komunikasi tetap lancar, akses ke layanan daring tidak terhambat, dan risiko kebocoran data bisa diminimalkan. Selain itu, pengguna juga mendapat kesempatan menunda pembelian perangkat baru, sehingga pengeluaran bisa lebih terkontrol.
Di tengah laju perkembangan teknologi yang sangat cepat, pembaruan untuk perangkat lawas menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu identik dengan produk baru. Terkadang, menjaga agar teknologi yang sudah ada tetap berjalan dengan baik justru memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pengguna maupun lingkungan.

