Assassin’s Creed Shadows vs. Ghost of Tsushima: Mana yang Lebih Bagus?

Dua game open-world bertema Jepang feodal, “Assassin’s Creed Shadows” dan “Ghost of Tsushima,” sedang jadi perbincangan hangat di kalangan gamer. Keduanya menawarkan petualangan yang mendalam, eksplorasi dunia yang luas, dan sistem pertarungan yang menarik. Tapi, mana yang lebih unggul? Yuk, kita bahas!

Grafis: Sama Keren

Kalau soal grafis, “Assassin’s Creed Shadows” memang hadir dengan peningkatan besar dibandingkan game sebelumnya di seri ini. Detail dunia yang lebih padat, efek pencahayaan yang realistis, dan sistem musim yang dinamis bikin game ini terlihat keren. Tapi “Ghost of Tsushima” juga nggak kalah. Meskipun dirancang untuk PS4, desain artistiknya tetap bikin mata betah. Dari bunga yang tertiup angin sampai perbukitan indah, semuanya terasa hidup. Jadi, di kategori ini, keduanya layak disebut pemenang.

Cerita: Tsushima Lebih Menyentuh

“Assassin’s Creed Shadows” menghadirkan dua karakter utama, Yasuke dan Naoe, dengan jalan cerita yang menarik. Sayangnya, karakter pendukungnya kurang berkesan dan musuh-musuhnya terasa kurang menggigit. Sebaliknya, “Ghost of Tsushima” menawarkan kisah yang lebih emosional. Perjalanan Jin Sakai dalam mempertahankan kehormatan dan tradisi menghadirkan cerita yang lebih dalam dan mengena. Karakter pendukungnya juga punya latar belakang yang kuat dan membuat pemain lebih terhubung dengan ceritanya.

Immersi: Tsushima Lebih Bikin Terpukau

Dua game ini sama-sama berhasil membawa kita ke era Jepang kuno dengan detail sejarah yang keren. Tapi kalau bicara soal pengalaman imersif, “Ghost of Tsushima” juaranya. Dengan sistem guiding wind yang menggantikan peta tradisional, pemain lebih fokus menikmati dunia alih-alih sibuk mengecek ikon di layar. Sementara itu, “Assassin’s Creed Shadows” masih mengandalkan elemen-elemen khas RPG Ubisoft yang kadang terasa mengganggu keasyikan bermain.

Desain Game: Tsushima Lebih Rapi

Ubisoft tetap mempertahankan formula open-world yang luas dengan segudang aktivitas di “Assassin’s Creed Shadows.” Tapi, masalahnya adalah banyak aktivitas yang terasa repetitif dan kurang punya cerita yang kuat. Sementara “Ghost of Tsushima” lebih memilih pendekatan yang minimalis, membuat setiap misi terasa lebih organik dan menyatu dengan dunia game. Sistem progresinya juga lebih sederhana dan tidak terasa membebani pemain.

Eksplorasi: Seri Keduanya

Baik “Assassin’s Creed Shadows” maupun “Ghost of Tsushima” punya banyak alasan untuk dijelajahi. “Shadows” menawarkan kota-kota besar yang hidup, sementara “Tsushima” lebih berfokus pada lanskap alam yang indah dan aktivitas yang lebih bermakna. Jadi, kalau suka eksplorasi kota yang sibuk, “Shadows” bisa jadi pilihan. Tapi kalau lebih suka menjelajah alam yang tenang dan penuh kejutan, “Tsushima” lebih cocok.

Pertarungan: Tsushima Lebih Mantap

“Assassin’s Creed Shadows” menghadirkan dua gaya bertarung yang berbeda, stealth ala Naoe dan pertarungan brutal ala Yasuke. Walau variasinya menarik, sistem pertarungannya terasa kurang halus dibanding “Ghost of Tsushima.” Jin Sakai mungkin hanya punya satu senjata utama, tapi dengan empat stance berbeda dan berbagai kemampuan mythic, pertarungannya terasa lebih mendalam dan memuaskan.

Ghost of Tsushima Masih Unggul

“Assassin’s Creed Shadows” adalah game yang solid, dengan grafis keren dan eksplorasi yang luas. Tapi kalau bicara soal cerita, imersi, pertarungan, dan desain game secara keseluruhan, “Ghost of Tsushima” tetap jadi juaranya. Kalau kamu ingin game dengan dunia yang lebih hidup, penuh aksi, dan cerita yang kuat, “Ghost of Tsushima” masih jadi pilihan terbaik.

Assassin’s Creed ShadowsGhost of Tsushima
Detail dunia lebih padat, efek pencahayaan realistis, dan sistem musim dinamis.Desain artistik yang indah dan atmosfer Jepang feodal yang kuat.
Dua karakter utama menarik, tapi karakter pendukung kurang berkesan.Kisah emosional dengan karakter pendukung yang kuat.
Menggunakan elemen RPG khas Ubisoft, tapi bisa mengganggu pengalaman bermain.Guiding wind menggantikan peta tradisional, lebih fokus pada eksplorasi.
Open-world luas dengan banyak aktivitas, tapi terasa repetitif.Misi terasa lebih organik dan progresi lebih sederhana.
Kota-kota besar yang hidup dan sibuk.Lanskap alam yang indah dengan eksplorasi yang lebih bermakna.
Dua gaya bertarung: stealth dan brutal, tapi terasa kurang halus.Sistem pertarungan lebih mendalam dengan stance dan mythic abilities.
Game solid dengan eksplorasi luas dan grafis keren.Lebih unggul dalam cerita, imersi, pertarungan, dan desain game.