Buka Website Selalu Klik Setuju Cookie? Ini Cara Diam-Diam Menolaknya

Setiap kali membuka situs web, satu gangguan hampir selalu muncul lebih dulu daripada kontennya: jendela persetujuan cookie. Layar dipenuhi tombol, pilihan rumit, dan bahasa hukum yang memaksa keputusan cepat. Banyak orang akhirnya menekan Setuju hanya agar bisa melanjutkan membaca. Praktik ini perlahan menjadi kebiasaan, meskipun dampaknya terhadap privasi jarang benar-benar dipahami.

Cookie sebenarnya adalah mekanisme teknis yang memungkinkan situs mengingat preferensi atau sesi pengguna. Namun dalam praktik modern, cookie sering dipakai untuk pelacakan perilaku, analitik mendalam, hingga iklan yang dipersonalisasi. Regulasi seperti GDPR di Eropa atau CCPA di Amerika Serikat memang bertujuan melindungi data pribadi, tetapi efek sampingnya justru melahirkan banjir pop-up persetujuan yang melelahkan. Alih-alih memberi kendali nyata, banyak situs menyajikan pilihan yang membingungkan atau sengaja dibuat tidak seimbang agar persetujuan diberikan.

Di tengah situasi itu, muncul pendekatan berbeda lewat ekstensi peramban bernama Consent-o-Matic. Alih-alih sekadar menghilangkan pop-up dengan menerima semua cookie, alat ini dirancang untuk mengambil sikap sebaliknya. Ia secara otomatis mencoba menolak permintaan pelacakan sebanyak mungkin, tanpa perlu interaksi manual setiap kali membuka situs baru.

Yang membuat pendekatan ini menarik adalah fokusnya pada privasi, bukan kenyamanan semu. Banyak ekstensi lain mengklaim “tidak peduli dengan cookie”, tetapi sebenarnya bekerja dengan cara menyetujui permintaan agar situs tetap berfungsi normal. Dampaknya baru terasa kemudian, ketika aktivitas daring dipenuhi pelacakan lintas situs dan profil iklan yang semakin agresif. Consent-o-Matic memilih jalan yang lebih konservatif. Jika sistem tidak yakin pada opsi terbaik, pilihan yang diambil adalah yang paling sedikit membagikan data.

Secara teknis, ekstensi ini telah dilatih untuk mengenali berbagai penyedia sistem persetujuan cookie yang umum dipakai situs web. Banyak pengelola situs menggunakan layanan pihak ketiga untuk mengelola banner cookie karena lebih mudah dan dianggap aman secara hukum. Dengan mengenali pola-pola tersebut, Consent-o-Matic dapat bekerja di banyak situs tanpa konfigurasi tambahan.

Fleksibilitas juga menjadi nilai tambah. Pengaturan di dalamnya memungkinkan penyesuaian tingkat data yang bersedia dibagikan. Ada kategori seperti penyimpanan informasi dasar, analitik performa, personalisasi konten, hingga iklan berbasis minat. Semua pelacakan biasanya ditolak secara bawaan, tetapi opsi tetap tersedia jika ada fungsi situs yang benar-benar membutuhkan pengecualian. Pendekatan ini memberi kontrol lebih nyata dibanding sekadar tombol Setuju atau Tolak yang sering bersifat kosmetik.

Bagi yang ingin melangkah lebih jauh, tersedia pula fitur pembuatan aturan khusus. Ini berguna untuk situs-situs yang sistem persetujuannya tidak dikenali otomatis. Prosesnya memang tidak ramah bagi pemula karena memerlukan pemahaman struktur halaman web dan elemen teknis di balik pop-up. Namun keberadaan opsi ini menunjukkan komitmen pada keterbukaan dan kendali pengguna, terlebih karena proyek ini bersifat gratis dan sumber terbuka.

Topik ini penting karena pelacakan daring bukan lagi isu abstrak. Data perilaku digunakan untuk membentuk profil, memengaruhi iklan yang ditampilkan, bahkan berpotensi memengaruhi keputusan ekonomi dan konsumsi. Setiap klik persetujuan yang diberikan tanpa sadar adalah potongan kecil informasi yang dilepas. Jika dikumpulkan terus-menerus, potongan-potongan itu membentuk gambaran detail tentang kebiasaan dan preferensi seseorang.

Dampaknya terasa langsung dalam pengalaman berselancar. Lebih sedikit gangguan visual, lebih sedikit keputusan cepat yang menyesakkan, dan lebih banyak ruang untuk benar-benar fokus pada konten. Dalam jangka panjang, pendekatan ini membantu mengurangi jejak data yang tersebar di berbagai layanan pelacakan. Privasi memang bukan sesuatu yang bisa dipulihkan sekali langkah, melainkan hasil dari lapisan-lapisan perlindungan kecil yang konsisten.

Di era ketika hampir setiap situs meminta data, alat seperti Consent-o-Matic menunjukkan bahwa kenyamanan dan perlindungan privasi tidak harus saling bertentangan. Dengan otomatisasi yang berpihak pada penolakan, kendali atas data kembali sedikit demi sedikit ke tangan pemiliknya.