Film Pingpong Ini Pecahkan Rekor A24, Timothée Chalamet Jadi Kunci Sukses

Film Marty Supreme menandai tonggak baru bagi A24, studio independen yang selama ini dikenal lewat karya-karya artistik berskala kecil hingga menengah. Drama olahraga yang dibintangi Timothée Chalamet itu kini resmi menjadi film dengan pendapatan box office domestik terbesar sepanjang sejarah A24 di Amerika Utara, setelah menembus angka 80 juta dolar AS.

Pencapaian ini datang secara bertahap. Pada akhir pekan terbaru, Marty Supreme masih mampu menambah sekitar 5 juta dolar dari penjualan tiket, sebuah angka yang tergolong kuat untuk film yang sudah memasuki pekan kelima penayangan. Momentum tersebut semakin terdongkrak oleh libur panjang Martin Luther King Jr. Day, yang mendorong total pendapatan akhir pekan menjadi sekitar 6,6 juta dolar.

Konteks keberhasilan ini penting untuk dipahami. A24 bukanlah studio raksasa seperti Disney atau Universal, melainkan distributor independen yang biasanya bermain di segmen film beranggaran relatif terbatas. Selama ini, rekor domestik A24 dipegang oleh Everything Everywhere All at Once, film peraih Oscar yang meraup sekitar 77 juta dolar di pasar Amerika Utara. Marty Supreme berhasil melampaui angka tersebut, meskipun secara global film itu masih tertinggal dibanding pendahulunya.

Yang membuat capaian ini semakin menarik adalah skala produksinya. Marty Supreme disebut sebagai proyek termahal A24 sejauh ini, dengan biaya produksi berkisar antara 60 hingga 70 juta dolar. Dalam industri film, bioskop umumnya mengambil sekitar setengah dari hasil penjualan tiket, sehingga sebuah film perlu bertahan lama di layar untuk benar-benar menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain, performa box office yang stabil bukan sekadar prestasi simbolik, melainkan kebutuhan bisnis yang nyata.

Dari sisi konten, film ini mengikuti kisah fiktif Marty Mauser, seorang atlet tenis meja yang berjuang keras mengejar mimpinya menjadi juara. Disutradarai Josh Safdie, ceritanya disajikan dengan ritme cepat dan nuansa dewasa, berbeda dari drama olahraga konvensional. Pendekatan ini tampaknya berhasil menjangkau penonton yang lebih luas, terutama berkat daya tarik Chalamet yang juga aktif mempromosikan film sejak sebelum rilis melalui kampanye yang ramai dibicarakan.

Faktor musim penghargaan turut berperan besar. Chalamet telah memenangkan Golden Globe dan Critics Choice untuk kategori aktor terbaik, dan namanya diperkirakan akan muncul dalam persaingan Oscar. Pengakuan semacam ini biasanya memberi napas panjang bagi sebuah film di bioskop, karena minat publik cenderung meningkat seiring sorotan industri.

Bagi penikmat film, keberhasilan Marty Supreme menunjukkan bahwa karya di luar sistem studio besar masih memiliki ruang untuk bersaing secara komersial tanpa harus mengorbankan identitas kreatif. Bagi A24 sendiri, capaian ini bisa menjadi sinyal perubahan arah, dari sekadar rumah bagi film kultus menjadi pemain yang lebih berani mengambil risiko finansial. Dalam lanskap perfilman yang didominasi waralaba dan sekuel, cerita tentang seorang juara tenis meja fiktif yang mampu menembus box office menjadi pengingat bahwa ide segar masih punya daya tarik kuat di layar lebar.