Samsung kembali merilis ponsel flagship terbarunya melalui Samsung Galaxy S26 Ultra. Sekilas, perangkat ini terlihat hampir identik dengan generasi sebelumnya. Desain kotak dengan modul kamera besar di bagian belakang masih dipertahankan, membuatnya tampak seperti kelanjutan dari seri Ultra dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik tampilan yang familiar tersebut, terdapat sejumlah peningkatan kecil yang justru membuat perangkat ini terasa lebih matang dibanding pendahulunya.
Pendekatan ini menunjukkan strategi berbeda dalam pengembangan smartphone premium. Alih-alih menghadirkan perubahan besar setiap tahun, produsen mulai fokus menyempurnakan detail yang memengaruhi pengalaman penggunaan sehari-hari. Hasilnya adalah perangkat yang mungkin tidak terlihat baru secara dramatis, tetapi menawarkan peningkatan nyata dalam performa, kamera, dan fitur keamanan.
Desain yang familiar dengan perubahan kecil
Salah satu perubahan menarik adalah keputusan Samsung kembali menggunakan rangka aluminium setelah sebelumnya bereksperimen dengan titanium pada dua generasi terakhir. Langkah ini disebut membantu penyelarasan warna antara rangka perangkat dengan lapisan pelindung kaca di bagian depan dan belakang.
Secara fisik, ponsel ini juga sedikit lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya. Ketebalannya kini sekitar 7,9 mm dengan bobot 214 gram. Perbedaan ini tidak terlalu terasa saat digunakan, namun tetap menunjukkan upaya penyempurnaan desain.
Stylus khas seri Ultra, S Pen, masih tersedia dan tersimpan di dalam bodi perangkat. Fungsinya tetap sama seperti sebelumnya tanpa pembaruan besar, meskipun bentuk sudut ponsel yang sedikit lebih melengkung membuat posisi memasukkan stylus menjadi lebih spesifik agar terlihat pas dengan desain perangkat.
Layar dengan fitur privasi yang unik
Peningkatan paling menarik justru ada pada layar. Spesifikasi dasarnya masih sama dengan generasi sebelumnya: panel 6,9 inci dengan resolusi tinggi, refresh rate adaptif hingga 120Hz, dan tingkat kecerahan maksimum sekitar 2.600 nits.
Namun kini layar tersebut dilengkapi fitur Privacy Display. Teknologi ini memungkinkan tampilan layar menjadi sulit dilihat dari sudut tertentu. Ketika fitur ini aktif, orang yang melihat dari samping atau dari atas tidak akan dapat membaca isi layar dengan jelas.
Teknologi ini bekerja dengan mengatur dua jenis subpiksel yang berbeda pada panel layar. Saat mode privasi aktif, sebagian subpiksel dinonaktifkan sehingga sudut pandang layar menjadi jauh lebih sempit. Dari posisi langsung di depan layar, tampilan tetap jelas. Namun dari sudut lain, konten akan tampak memudar atau hampir tidak terlihat.
Fitur ini juga dapat diatur agar aktif otomatis dalam kondisi tertentu, seperti ketika membuka aplikasi perbankan, menerima notifikasi penting, atau memasukkan kata sandi. Pendekatan tersebut membuat perlindungan privasi terasa lebih praktis tanpa harus diaktifkan secara manual setiap saat.
Dalam konteks penggunaan di tempat umum seperti transportasi, kantor terbuka, atau ruang publik, fitur ini menjadi nilai tambah penting. Risiko orang lain mengintip informasi sensitif di layar bisa berkurang secara signifikan.
Performa lebih cepat dengan fokus pada AI
Di sektor dapur pacu, perangkat ini menggunakan prosesor terbaru dari Qualcomm yaitu Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chip tersebut dipadukan dengan RAM hingga 16 GB dan kapasitas penyimpanan maksimal 1 TB.
Peningkatan performa terlihat terutama pada kemampuan pemrosesan AI. Unit pemrosesan neural pada chip ini disebut sekitar 39 persen lebih kuat dibanding generasi sebelumnya. Hal ini memungkinkan berbagai fitur kecerdasan buatan berjalan lebih cepat langsung di perangkat.
Samsung juga menambahkan beberapa fitur berbasis AI, seperti alat pengeditan foto yang mampu menghapus objek, memperbaiki pantulan cahaya, atau bahkan menambahkan elemen baru ke dalam gambar melalui perintah teks. Selain itu ada juga fitur yang dapat menyarankan foto relevan saat mengetik pesan, sehingga mempermudah berbagi gambar dalam percakapan.
Meskipun banyak fitur tersebut sudah mulai umum di smartphone kelas atas, integrasi yang lebih halus membuat pengalaman penggunaan terasa lebih praktis.
Kamera tetap sama, tetapi lebih baik di malam hari
Konfigurasi kamera pada perangkat ini tidak berubah secara drastis dibanding generasi sebelumnya. Kamera utama masih menggunakan sensor 200 megapiksel, ditemani kamera telefoto 5x 50 megapiksel, kamera telefoto 3x 10 megapiksel, kamera ultra-wide 50 megapiksel, serta kamera depan 12 megapiksel.
Perubahan utama terletak pada aperture atau bukaan lensa yang kini lebih lebar pada kamera utama dan telefoto 5x. Bukaan yang lebih besar memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor.
Hasilnya terlihat terutama saat memotret dalam kondisi minim cahaya. Foto malam hari terlihat lebih terang dengan detail yang lebih baik dan tingkat noise yang lebih rendah. Dalam beberapa skenario sulit seperti pencahayaan belakang yang kuat, kamera mampu menjaga eksposur objek utama dengan lebih baik.
Baterai tetap besar dengan pengisian lebih cepat
Kapasitas baterai masih berada di angka 5.000 mAh, sama seperti generasi sebelumnya. Namun efisiensi prosesor yang lebih baik membantu meningkatkan daya tahan perangkat.
Dalam pengujian pemutaran video, ponsel ini mampu bertahan lebih dari 30 jam. Angka tersebut termasuk tinggi untuk smartphone kelas flagship.
Samsung juga meningkatkan kecepatan pengisian daya. Pengisian menggunakan kabel kini dapat mencapai 60 watt, sementara pengisian nirkabel mendukung hingga 25 watt. Hal ini membuat proses pengisian baterai menjadi lebih cepat dibanding model Galaxy S26 lainnya.
Penyempurnaan kecil yang terasa signifikan
Jika dilihat secara keseluruhan, Samsung Galaxy S26 Ultra bukanlah ponsel dengan perubahan revolusioner. Banyak aspek masih mempertahankan formula yang sama dari generasi sebelumnya.
Namun sejumlah penyempurnaan kecil membuat perangkat ini terasa lebih matang. Layar dengan perlindungan privasi, performa AI yang lebih kuat, kamera malam yang lebih baik, serta pengisian daya lebih cepat menjadi kombinasi peningkatan yang cukup berarti.
Pendekatan seperti ini menunjukkan arah perkembangan smartphone premium saat ini. Inovasi besar mungkin tidak lagi hadir setiap tahun, tetapi peningkatan bertahap pada fitur penting tetap mampu meningkatkan kualitas pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

