Peluncuran resmi seri terbaru Samsung tinggal menghitung hari, namun kejutan sudah lebih dulu muncul dari Dubai. Seorang kreator teknologi diketahui berhasil mendapatkan unit Samsung Galaxy S26 Ultra sebelum tanggal rilis resminya, lalu membagikan berbagai foto serta video singkat perangkat tersebut di media sosial.
Perangkat itu dipamerkan dalam warna putih dengan tampilan yang terlihat lebih segar dibanding generasi sebelumnya. Dalam beberapa unggahan, ponsel tersebut dibandingkan langsung dengan iPhone 17 Pro Max serta Samsung Galaxy S25 Ultra yang layarnya tampak rusak. Perbandingan ini memberi gambaran awal mengenai proporsi bodi, ketebalan, dan pendekatan desain yang diambil Samsung tahun ini.
Salah satu detail kecil yang mencuri perhatian adalah posisi S Pen. Jika dimasukkan secara terbalik, stylus tersebut terlihat sedikit menonjol dan tidak sepenuhnya rata dengan bodi. Selain itu, fitur Bluetooth pada S Pen tetap absen seperti pada generasi sebelumnya. Artinya, fungsi jarak jauh yang dulu sempat menjadi pembeda kini memang sudah ditinggalkan.
Namun sorotan utama bukan pada desain fisik, melainkan fitur baru bernama Privacy Display. Fitur ini bekerja mirip lapisan pelindung privasi yang biasa ditempel pada layar ponsel. Saat diaktifkan, layar akan terlihat gelap atau hampir hitam ketika dilihat dari sudut samping, sementara tampilan tetap jelas dari arah depan. Dalam demonstrasi singkat yang beredar, efek tersebut tampak diterapkan pada seluruh layar. Belum ada kepastian apakah nantinya pengaturan ini bisa dibatasi hanya pada bagian tertentu saja.
Kehadiran fitur semacam ini menunjukkan bahwa isu keamanan visual semakin mendapat perhatian. Di ruang publik seperti transportasi umum, kantor terbuka, atau kafe, layar ponsel sering kali dapat dengan mudah terlihat oleh orang di sekitar. Dengan Privacy Display, risiko informasi sensitif seperti pesan, email, atau data keuangan terlihat oleh pihak lain bisa ditekan tanpa perlu aksesori tambahan.
Bagi calon pengguna, bocoran ini memberi gambaran lebih konkret sebelum pengumuman resmi pada 25 Februari. Informasi awal seperti ini membantu mempertimbangkan apakah peningkatan yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Jika fitur privasi menjadi prioritas, inovasi ini bisa menjadi alasan kuat untuk melirik model terbaru.
Meski demikian, pengalaman nyata di tangan tetap akan menjadi penentu. Tampilan melalui kamera belum tentu sepenuhnya mencerminkan kondisi asli layar saat dilihat langsung. Semua detail lengkap, termasuk performa dan fitur lain yang belum terungkap, diperkirakan akan dijelaskan saat peluncuran resmi nanti.

