Platform distribusi game PC GOG resmi memasuki babak baru setelah sepenuhnya berpisah dari CD Projekt, perusahaan game asal Polandia yang selama ini menaunginya. Langkah ini menandai perubahan kepemilikan strategis, namun tanpa mengubah identitas utama GOG sebagai marketplace game digital yang mengusung filosofi tanpa DRM (Digital Rights Management).
Perubahan tersebut terjadi setelah Michał Kiciński, salah satu pendiri CD Projekt sekaligus co-founder GOG, mengakuisisi 100 persen saham GOG dari CD Projekt Group. Nilai transaksi dilaporkan mencapai sekitar PLN 90,7 juta atau setara US$25,2 juta. Dengan akuisisi ini, GOG kini beroperasi sebagai entitas independen di bawah kepemilikan penuh Kiciński.
Meski berpisah secara korporasi, GOG menegaskan bahwa misinya tidak bergeser. Platform ini tetap berkomitmen menjaga prinsip utama yang menjadi fondasinya sejak didirikan pada 2008: memastikan game yang dibeli pemain benar-benar menjadi milik mereka, tanpa pembatasan DRM, dan dapat dimainkan selamanya. Di tengah industri game PC yang semakin mengandalkan klien wajib dan ekosistem tertutup, pendekatan tersebut dinilai semakin relevan.
GOG lahir dari gagasan untuk menghidupkan kembali game-game klasik agar tetap dapat dimainkan di perangkat modern. Seiring waktu, platform ini berkembang menjadi alternatif Steam yang dikenal karena pendekatan ramah konsumen, terutama bagi pemain yang menginginkan kebebasan penuh atas koleksi game mereka. Selain merawat judul-judul lawas, GOG juga aktif mempromosikan game baru dengan nuansa retro dan fokus pada kualitas gameplay.
Dalam pernyataan resminya, Kiciński menegaskan bahwa arah baru ini justru bertujuan memperkuat visi awal GOG. Di bawah kepemilikannya, GOG akan meningkatkan upaya pelestarian game klasik, mendukung pengembang independen, serta membantu game berkualitas menemukan audiensnya dalam jangka panjang. Ia juga mengisyaratkan akan menghadirkan sejumlah proyek baru dengan semangat retro yang dijadwalkan mulai tampil di GOG pada 2026.
Di sisi lain, CD Projekt memastikan bahwa perpisahan ini tidak memutus hubungan bisnis antara kedua pihak. Perusahaan pengembang The Witcher dan Cyberpunk 2077 tersebut tetap akan merilis dan menjual game-game mereka, termasuk judul mendatang, melalui GOG. Kesepakatan distribusi baru telah disepakati untuk mengatur kerja sama ke depan, menegaskan bahwa GOG tetap menjadi salah satu etalase utama bagi game CD Projekt RED.
Manajemen GOG juga menyambut perubahan ini sebagai langkah positif. Dalam pasar distribusi game digital yang semakin padat dan kompetitif, GOG menilai fokus pada keunikan yakni DRM-free, pelestarian game klasik, dan kompatibilitas dengan PC modern, menjadi pembeda yang sulit ditiru platform lain.
Sementara itu, CD Projekt menyatakan bahwa pelepasan GOG memungkinkan perusahaan lebih fokus pada pengembangan roadmap ambisius dan ekspansi waralaba mereka. Dengan konsentrasi penuh pada produksi game AAA berkualitas tinggi, CD Projekt melihat langkah ini sebagai keputusan strategis yang saling menguntungkan.
Setelah lebih dari 17 tahun berada di bawah payung CD Projekt Group, GOG kini berdiri sendiri dengan identitas yang semakin ditegaskan. Bagi komunitas pemain PC, perubahan kepemilikan ini bukanlah tanda pergeseran arah, melainkan sinyal bahwa GOG akan terus mempertahankan posisinya sebagai rumah bagi game yang benar-benar “hidup selamanya.”

