Prime Video resmi melangkah lebih jauh dalam menggarap adaptasi live-action God of War, salah satu waralaba video game paling ikonik sepanjang dua dekade terakhir. Proyek ini kini memasuki fase penting setelah dua pemeran kunci diumumkan untuk menghidupkan karakter sentral dalam kisah mitologi penuh tragedi dan emosi tersebut.
Ryan Hurst dipercaya memerankan Kratos, figur utama yang dikenal sebagai dewa perang dengan masa lalu kelam. Serial ini diproduksi oleh Sony Pictures Television dan Amazon MGM Studios, serta telah mengantongi pesanan dua musim sekaligus, sebuah sinyal kuat atas besarnya kepercayaan studio terhadap potensi cerita dan basis penggemarnya. Proses pra-produksi sedang berlangsung di Vancouver, bersamaan dengan tahap penyusunan pemeran lainnya.
Kisah yang diangkat tidak mengambil keseluruhan perjalanan panjang God of War sejak era mitologi Yunani, melainkan berfokus pada babak yang lebih intim dan emosional seperti yang ditampilkan dalam dua gim terakhir. Cerita mengikuti perjalanan Kratos dan putranya yang masih berusia sepuluh tahun, Atreus, saat keduanya menjalani misi menyebarkan abu Faye, istri dan ibu yang telah meninggal. Dalam perjalanan tersebut, hubungan ayah dan anak menjadi pusat cerita, memperlihatkan upaya Kratos mendidik Atreus agar tumbuh menjadi dewa yang bijak, sekaligus proses Atreus mendorong ayahnya untuk belajar menjadi sosok yang lebih manusiawi.
Kratos sendiri digambarkan sebagai prajurit Sparta yang dibesarkan dalam budaya perang, sebelum nasib membawanya pada perjanjian fatal dengan Ares, dewa perang Yunani. Sejak saat itu, hidupnya dipenuhi kemenangan berdarah, kehilangan, dan penyesalan. Selama lebih dari sepuluh gim, karakter ini menjelma menjadi simbol budaya pop, dikenal lewat ketenangan dingin, kekuatan tempur tanpa tanding, serta beban masa lalu yang terus menghantuinya.
Menariknya, keterlibatan Ryan Hurst bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi semesta God of War. Ia sebelumnya mengisi suara Thor dalam God of War Ragnarök, sebuah penampilan yang memberinya nominasi BAFTA. Kali ini, ia kembali dalam bentuk live-action, membawa pengalaman panjangnya dari berbagai serial drama dan aksi ke peran yang menuntut kedalaman emosional sekaligus fisik.
Selain Hurst, Teresa Palmer juga bergabung dalam jajaran pemeran. Ia akan memerankan Phoebe atau Sif, istri Thor dan dewi keluarga dalam mitologi Nordik. Karakter Sif versi Ragnarök dikenal tidak sekadar sebagai figur pendamping, melainkan sosok yang tajam, sadar politik, dan kompleks secara emosional. Kehadirannya mengisyaratkan bahwa serial ini akan banyak mengambil inspirasi langsung dari pendekatan naratif gim Ragnarök, yang menampilkan para dewa bukan sebagai arketipe mitologis semata, tetapi individu dengan konflik batin, ketakutan, dan luka personal.
Serial ini berada di bawah arahan Ronald D. Moore sebagai penulis, showrunner, dan produser eksekutif, dengan dukungan sejumlah nama penting dari industri televisi dan PlayStation Productions. Dua episode perdana akan disutradarai oleh Frederick E.O. Toye, yang sebelumnya terlibat dalam serial berskala besar dengan nuansa sinematik kuat.
Adaptasi God of War menjadi penting karena menandai upaya serius Amazon Prime Video menggarap cerita video game dengan kedalaman karakter, bukan sekadar aksi dan visual. Pendekatan ini mencerminkan tren baru adaptasi gim ke layar, yang menempatkan emosi, relasi antar karakter, dan konflik internal sebagai kekuatan utama.
Bagi penikmat hiburan, kehadiran serial ini membuka peluang mengenal God of War tanpa harus memainkan gimnya. Sementara bagi penggemar lama, pilihan pemeran dan arah cerita menunjukkan komitmen untuk menjaga bobot emosional dan skala mitologis yang membuat waralaba ini begitu dicintai. Dengan pra-produksi yang terus berjalan dan jajaran pemeran yang mulai terbentuk, God of War kini menjelma sebagai salah satu proyek serial paling dinanti di Prime Video.

