Linux gaming berada di titik paling matang sepanjang sejarahnya. Di satu sisi, performa dan pengalaman bermain game di Linux kini semakin mendekati, bahkan dalam beberapa kasus melampaui Windows. Namun di sisi lain, persaingan antar distro khusus gaming justru semakin ketat. Bazzite, yang selama ini dikenal sebagai alternatif SteamOS paling populer, kini menghadapi tantangan serius dari distro lain seperti CachyOS. Menariknya, kondisi ini terjadi di tengah lonjakan jumlah pengguna Bazzite secara global.
Dua tren yang tampak berlawanan ini memperlihatkan satu hal penting: Linux gaming tidak lagi soal “apakah bisa”, melainkan “mana yang paling cocok untuk kebutuhan tertentu”.
CachyOS Unggul di Performa, Terutama untuk Handheld Gaming
Bagi pengguna yang mengejar performa mentah, terutama di perangkat handheld seperti ASUS ROG Ally, CachyOS mulai mencuri perhatian. Distro berbasis Arch Linux ini dirancang dengan filosofi kecepatan: kernel yang dioptimalkan berdasarkan arsitektur CPU, scheduler yang disesuaikan, serta paket-paket yang dikompilasi dengan fokus performa.
Dalam pengujian penggunaan sehari-hari, CachyOS dan SteamOS sering kali berada di posisi teratas soal frame rate. Perbedaannya mungkin hanya beberapa frame, tetapi pada target 30 atau 45 FPS, angka umum untuk handheld, selisih kecil ini sangat terasa. Dibandingkan Bazzite yang berbasis Fedora, CachyOS cenderung terasa lebih ringan dan responsif dalam skenario gaming intensif.
Keunggulan lain CachyOS adalah sifatnya yang non-immutable. Pengguna bebas memodifikasi sistem tanpa batasan ketat, sesuatu yang disukai oleh gamer yang gemar bereksperimen dan mengutak-atik performa. Untuk perangkat yang memang didedikasikan sebagai mesin gaming, fleksibilitas ini sering kali dianggap lebih penting daripada stabilitas absolut.
Bazzite Tetap Relevan Berkat Stabilitas dan Pertumbuhan Pengguna
Meski performanya bukan yang paling unggul di semua skenario, Bazzite jauh dari kata tertinggal. Justru sebaliknya, distro ini sedang mengalami pertumbuhan pengguna yang signifikan. Data terbaru menunjukkan jumlah pengguna mingguan Bazzite meningkat sekitar 1,25 kali lipat dalam 30 hari terakhir, dengan total sekitar 50.000 pengguna aktif per minggu.
Lonjakan ini tidak lepas dari berakhirnya dukungan Windows 10, yang mendorong sebagian gamer mencari alternatif. Dengan tampilan ala konsol berbasis SteamOS compositor, Bazzite menawarkan pengalaman “nyalakan dan main” yang jauh lebih nyaman dibanding Windows, terutama untuk setup ruang tamu atau handheld.
Bazzite juga menggunakan pendekatan immutable, di mana sistem inti dilindungi dari perubahan langsung. Model ini sangat menarik bagi pengguna yang menggabungkan kebutuhan gaming dan produktivitas dalam satu perangkat, karena menawarkan stabilitas tinggi dan risiko kerusakan sistem yang minim.
Linux Gaming Makin Layak, Meski Belum Sempurna
Secara ekosistem, Linux gaming telah melompat jauh. Berkat Proton, sekitar 90% game Windows kini dapat dijalankan di Linux. Namun, keterbatasan masih ada. Sistem anti-cheat tingkat kernel membuat judul-judul besar seperti Call of Duty, Valorant, dan Rainbow Six Siege tetap tidak bisa dimainkan. Selain itu, absennya dukungan native untuk Adobe Creative Cloud dan sebagian software profesional masih menjadi ganjalan bagi sebagian pengguna.
Meski begitu, pangsa Linux di Steam kini telah menembus angka 3,2%, sebuah pencapaian yang dulu terasa mustahil. Bahkan pada beberapa handheld gaming PC, Linux terbukti mampu memberikan performa lebih stabil sekaligus pengalaman yang lebih “konsol” dibanding Windows.
Pilih Distro Sesuai Gaya Bermain
Pada akhirnya, perdebatan antara Bazzite dan CachyOS bukan soal mana yang benar-benar lebih baik secara mutlak. Bagi gamer yang menginginkan performa maksimal dan kebebasan penuh untuk bereksperimen, CachyOS menawarkan keunggulan yang sulit diabaikan. Namun bagi pengguna yang mengutamakan stabilitas, kemudahan, dan pengalaman konsol yang rapi, terutama jika perangkat juga digunakan untuk kerja, Bazzite tetap menjadi pilihan yang sangat solid.
Satu hal yang jelas: meningkatnya kualitas dan popularitas distro seperti Bazzite dan CachyOS menandai babak baru Linux gaming. Persaingan ini bukan hanya menguntungkan pengguna Linux, tetapi juga memberi tekanan tersendiri bagi Windows untuk terus berbenah.

