MacBook Neo vs M1 MacBook Air

Apple memperkenalkan laptop baru bernama MacBook Neo yang diposisikan sebagai Mac paling terjangkau. Tak lama setelah diumumkan, hasil uji performa awal mulai muncul di internet dan memberi gambaran mengenai kemampuan perangkat ini dibandingkan dengan produk Apple lain maupun laptop Mac generasi sebelumnya.

Hasil benchmark menunjukkan bahwa laptop tersebut memiliki performa yang sangat mirip dengan smartphone kelas atas Apple, yaitu iPhone 16 Pro. Hal ini tidak mengherankan karena keduanya sama sama menggunakan chip A18 Pro dengan enam inti CPU. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah inti GPU, di mana MacBook Neo memiliki satu inti lebih sedikit.

Dalam pengujian Geekbench, MacBook Neo mencatat skor sekitar 3461 untuk single core dan 8668 untuk multi core. Nilai ini hampir identik dengan skor iPhone 16 Pro yang sedikit lebih rendah di single core dan hampir sama di multi core. Untuk pengujian grafis menggunakan Metal, MacBook Neo mencatat skor sekitar 31 ribu, sedikit di bawah iPhone 16 Pro karena konfigurasi GPU yang lebih kecil.

Jika dibandingkan dengan laptop Mac lama seperti M1 MacBook Air, hasilnya cukup menarik. Kinerja multi core MacBook Neo hampir setara dengan chip M1 yang selama ini dikenal cukup kuat untuk laptop tipis. Namun pada kinerja single core, MacBook Neo justru jauh lebih tinggi. Kecepatan ini bahkan mendekati chip yang lebih baru seperti pada M4 MacBook Air untuk tugas tertentu yang bergantung pada satu inti prosesor.

Performa single core yang tinggi memiliki peran penting dalam aktivitas sehari hari. Kegiatan seperti membuka banyak tab di browser, mengolah dokumen, atau menonton video streaming lebih bergantung pada kecepatan inti tunggal daripada kemampuan multi core yang besar. Karena itu, karakter performa MacBook Neo tampaknya memang dirancang untuk penggunaan ringan hingga menengah.

Sebaliknya, laptop ini tidak ditujukan untuk pekerjaan berat seperti penyuntingan video profesional, produksi musik, atau pembuatan model tiga dimensi. Aktivitas semacam itu biasanya membutuhkan kekuatan multi core yang lebih besar, seperti yang tersedia pada Mac dengan chip seri M yang lebih baru.

Apple sendiri tidak secara langsung membandingkan MacBook Neo dengan Mac lain dalam materi promosinya. Fokus pemasaran lebih diarahkan pada persaingan dengan laptop Windows murah dan perangkat Chromebook. Perusahaan mengklaim bahwa chip A18 Pro mampu menjalankan tugas sehari hari hingga 50 persen lebih cepat dibandingkan PC terlaris yang menggunakan prosesor Intel Core Ultra 5 terbaru. Selain itu, kinerja untuk pemrosesan AI di perangkat diklaim bisa hingga tiga kali lebih cepat dan dua kali lebih cepat dalam pengeditan foto.

MacBook Neo dipasarkan mulai dari 599 dolar Amerika Serikat dan sudah bisa dipesan lebih awal. Laptop ini dijadwalkan mulai tersedia secara resmi pada 11 Maret.

Kemunculan MacBook Neo menjadi langkah menarik dalam strategi Apple untuk menjangkau segmen laptop yang lebih terjangkau. Dengan performa yang mendekati Mac berbasis M1 namun menggunakan chip yang berasal dari lini iPhone, perangkat ini menunjukkan bagaimana teknologi mobile semakin mampu menggantikan kebutuhan komputasi dasar pada laptop modern.