Industri game pada awal 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup menarik dengan hadirnya sejumlah rilisan baru berkualitas. Di tengah deretan remake dan judul besar yang bersaing menjadi kandidat game terbaik tahun ini, sebuah RPG dari seri terkenal kembali menarik perhatian komunitas gamer.
Game tersebut adalah Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection, rilisan terbaru dari Capcom yang kini sudah tersedia untuk PlayStation 5 melalui PlayStation Store. Kehadiran game ini menambah daftar panjang judul dalam franchise Monster Hunter yang selama bertahun tahun dikenal sebagai salah satu seri paling populer di dunia game.
Berbeda dari seri utama Monster Hunter yang berfokus pada aksi berburu monster secara real time, Monster Hunter Stories menghadirkan pendekatan berbeda. Game ini mengusung format role playing game dengan sistem pertarungan berbasis giliran serta cerita yang lebih menonjolkan hubungan antara manusia dan monster.
Dalam cerita terbaru ini, latar dunia berada dalam situasi yang semakin genting. Dua kerajaan bernama Azuria dan Vermeil berada di ambang konflik besar yang berpotensi memicu perang. Ketegangan politik tersebut semakin memperburuk kondisi alam yang sudah berada dalam keadaan rapuh.
Pemain mengambil peran sebagai seorang Rider, individu yang memiliki kemampuan menjalin ikatan dengan monster. Alih alih berburu dan membunuh, para Rider bekerja sama dengan monster untuk menghadapi berbagai ancaman yang muncul sepanjang perjalanan cerita.
Konflik utama bermula ketika sebuah telur misterius ditemukan di tengah situasi yang semakin kacau. Telur tersebut menetas dan melahirkan Rathalos, spesies monster legendaris yang sebelumnya diyakini telah punah. Kehadiran makhluk ini sempat dianggap sebagai harapan baru.
Namun harapan itu segera berubah menjadi tanda bahaya. Dari telur tersebut ternyata lahir dua Rathalos kembar yang memiliki tanda khusus bernama Skyscale. Tanda tersebut berkaitan dengan perang saudara besar yang pernah terjadi dua abad sebelumnya, sebuah konflik yang hampir menghancurkan dunia.
Kemunculan simbol masa lalu tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa tragedi serupa bisa kembali terulang. Pada saat yang sama, berbagai spesies monster mulai berada di ambang kepunahan, membuat keseimbangan alam semakin terancam.
Kombinasi antara konflik politik, ancaman perang, serta krisis ekosistem menjadi fondasi cerita yang cukup kompleks dalam game ini. Capcom mencoba menghadirkan narasi yang lebih dramatis sekaligus memperluas dunia Monster Hunter melalui sudut pandang yang berbeda dari seri utamanya.
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection tersedia dalam tiga pilihan edisi di PlayStation Store. Versi Standard Edition dibanderol sekitar 69,99 dolar AS dan hanya mencakup game utama.
Selain itu terdapat Deluxe Edition dengan harga sekitar 89,99 dolar AS yang menghadirkan sejumlah konten tambahan melalui paket Deluxe Kit. Paket ini mencakup berbagai kostum karakter, gaya rambut monster, serta item kosmetik lain yang dapat digunakan selama permainan.
Bagi yang menginginkan konten paling lengkap, Capcom juga merilis Premium Deluxe Edition dengan harga sekitar 99,99 dolar AS. Edisi ini mencakup game utama, Deluxe Kit, serta paket DLC tambahan yang menghadirkan cerita sampingan, kostum ekstra, hingga berbagai pilihan tampilan baru untuk karakter dan monster.
Respons awal dari kalangan kritikus menunjukkan hasil yang cukup positif. Berdasarkan data dari situs agregator ulasan Metacritic, game ini memperoleh nilai rata rata 86 dari puluhan ulasan media game internasional.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa Monster Hunter Stories 3 berhasil mempertahankan kualitas seri spin off ini sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi penggemar RPG. Kehadirannya juga memperkuat posisi Capcom sebagai salah satu pengembang yang konsisten menghadirkan judul berkualitas di industri game global.

