Penjualan Hardware dan Software Game Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah pada November 2025

Pasar industri game Amerika Serikat mencatatkan kinerja terburuknya sepanjang sejarah pada November 2025. Data terbaru dari lembaga riset Circana menunjukkan bahwa penjualan hardware dan software game mengalami penurunan tajam, bahkan memecahkan rekor internal terendah sejak pencatatan dimulai pada pertengahan 1990-an.

Belanja hardware game di AS turun 27 persen secara tahunan, dari sebelumnya US$949 juta menjadi US$695 juta. Angka ini menjadi pendapatan terendah untuk bulan November sejak 2005. Dari sisi unit, hanya sekitar 1,6 juta perangkat keras game yang terjual di seluruh platform, menjadikannya total penjualan November terendah sejak data mulai dilacak pada 1995.

PlayStation 5 masih memimpin sebagai konsol terlaris bulan tersebut, sekaligus menggeser posisi Nintendo Switch 2 yang sebelumnya mendominasi sejak peluncurannya pada Juni. Namun demikian, penjualan PS5 juga mengalami tekanan dengan penurunan sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan Nintendo Switch 2, jika digabung dengan Switch generasi pertama, tercatat turun sekitar 10 persen secara tahunan.

Di tengah penurunan hampir seluruh pasar, Xbox Series X|S menjadi sorotan utama. Menurut Circana, penjualan konsol Xbox anjlok hingga 70 persen dibandingkan November tahun sebelumnya, menjadikannya titik terendah sepanjang sejarah Xbox untuk bulan November di Amerika Serikat. Terakhir kali penjualan Xbox mencatatkan pertumbuhan tahunan terjadi pada November 2021, dengan kenaikan sekitar 11 persen.

Penurunan tajam tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain kondisi pasar hardware yang memang melemah secara keseluruhan, Xbox Series kini memasuki usia lima tahun tanpa adanya penyegaran perangkat keras baru. Di sisi lain, harga rata-rata konsol Xbox meningkat signifikan akibat beberapa kali kenaikan harga dalam dua tahun terakhir. Model Xbox Series S yang saat peluncuran dibanderol US$300 kini berada di kisaran US$400, sementara varian premium Series X mengalami kenaikan yang lebih besar.

Tekanan harga ini diperparah oleh kondisi ekonomi makro Amerika Serikat yang belum stabil, mulai dari inflasi, meningkatnya biaya hidup, hingga ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor. Dalam situasi tersebut, konsumen cenderung menunda pembelian perangkat hiburan bernilai tinggi, termasuk konsol game.

Penurunan juga terjadi pada sektor software fisik. Penjualan game dalam bentuk fisik turun 14 persen secara tahunan, kembali mencetak rekor terendah sejak 1995. Meski demikian, Call of Duty: Black Ops 7 tetap menjadi game terlaris bulan November, melanjutkan tradisi panjang waralaba tersebut yang selalu debut di posisi puncak. Namun, penjualannya tetap lebih rendah dibandingkan seri Call of Duty pada November tahun sebelumnya.

Di tengah lemahnya penjualan hardware dan software fisik, total belanja konten game di AS justru naik tipis sekitar 1 persen menjadi US$4,8 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh lonjakan belanja layanan berlangganan sebesar 16 persen serta pertumbuhan sektor game mobile sekitar 2 persen, yang berhasil mengimbangi penurunan pada konten konsol dan PC.

Kondisi ini menggambarkan perubahan pola konsumsi di industri game, di mana model berlangganan dan mobile semakin berperan penting. Sementara itu, performa hardware—terutama Xbox—menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah strategi ke depan, termasuk seberapa besar peran penjualan konsol dalam bisnis game modern yang kian berfokus pada layanan dan ekosistem lintas platform.