Fenomena cahaya alami yang dikenal sebagai aurora borealis belakangan ini muncul lebih luas dari biasanya. Aktivitas Matahari yang meningkat memicu badai geomagnetik kuat, sehingga langit malam di berbagai wilayah Belahan Bumi Utara yang jarang mengalaminya ikut dihiasi kilatan hijau, ungu, hingga merah. Situasi ini membuat banyak orang untuk pertama kalinya berkesempatan menyaksikan pemandangan yang sebelumnya identik dengan wilayah kutub.
Aurora terjadi ketika partikel bermuatan dari Matahari mencapai atmosfer Bumi dan bereaksi dengan gas di lapisan atas. Proses ini menghasilkan cahaya berwarna yang tampak menari di langit. Dalam kondisi tertentu, intensitasnya cukup kuat hingga terlihat jauh ke selatan dari area normal kemunculannya. Namun, meski mata dapat menangkap semburat warna, kamera ponsel justru mampu merekam detail yang sering luput dari penglihatan langsung.
Di sinilah peran teknologi kamera modern menjadi penting. Ponsel Android, terutama seri Google Pixel, memiliki fitur fotografi malam yang dirancang untuk kondisi cahaya ekstrem. Mode paparan panjang memungkinkan sensor kamera mengumpulkan cahaya lebih lama, sehingga warna aurora terlihat lebih jelas dan dramatis dibandingkan pandangan langsung.
Pengambilan gambar aurora membutuhkan dua hal utama: lingkungan gelap dengan polusi cahaya serendah mungkin dan ponsel yang benar-benar stabil. Tripod menjadi alat krusial karena paparan panjang tidak akan berhasil jika ponsel bergerak sedikit saja. Pada Google Pixel, fitur Night Sight menjadi pintu masuk utama. Saat ponsel diletakkan diam di atas tripod, sistem akan otomatis mengaktifkan mode astrofotografi yang mampu merekam hingga beberapa menit. Hasil akhirnya bukan hanya foto diam, tetapi juga video selang waktu yang memperlihatkan pergerakan cahaya di langit.
Ponsel Android lain yang tidak memiliki mode khusus tetap dapat digunakan. Sebagian besar perangkat akan otomatis masuk ke mode malam ketika cahaya sekitar minim. Jika aurora terlihat jelas, mode ini biasanya sudah cukup. Namun, untuk cahaya yang sangat samar, pengaturan manual dengan kecepatan rana beberapa detik menjadi solusi. Pada perangkat Samsung Galaxy misalnya, opsi ini tersedia baik melalui mode malam dengan paparan maksimal maupun melalui mode profesional.
Kemunculan aurora di wilayah yang jarang mengalaminya bukan sekadar peristiwa visual. Ini menjadi pengingat bahwa aktivitas Matahari memiliki dampak nyata bagi Bumi, mulai dari keindahan langit malam hingga potensi gangguan teknologi. Bagi banyak orang, momen ini juga membuka pengalaman baru dalam memotret fenomena alam menggunakan perangkat yang sehari-hari digunakan.
Dengan memahami cara kerja kamera dan memanfaatkan fitur yang tersedia, peluang mengabadikan aurora tidak lagi terbatas pada fotografer profesional atau pemilik kamera mahal. Ponsel di saku dapat menjadi alat dokumentasi langit yang luar biasa, sekaligus sarana menikmati fenomena alam langka dengan cara yang lebih mendalam.

