Gelombang adaptasi novel karya Colleen Hoover ke layar lebar masih terus berlanjut. Setelah film It Ends With Us sempat mencuri perhatian di bioskop dan menjadi perbincangan luas, kini giliran Reminders of Him yang mencoba mengulang ketertarikan publik terhadap drama romantis penuh emosi.
Film yang disutradarai Vanessa Caswill ini mengangkat kisah tentang rasa bersalah, kehilangan, dan peluang kedua dalam hidup. Cerita berpusat pada seorang perempuan bernama Kenna Rowan yang baru saja keluar dari penjara setelah menjalani hukuman lima tahun akibat kecelakaan mobil yang menewaskan kekasihnya, Scotty.
Kembali ke kota kecil tempat semuanya bermula, Kenna berharap dapat memulai hidup baru sekaligus mendekati putrinya yang selama ini tidak pernah ia temui. Anak tersebut kini diasuh oleh orang tua Scotty, yang menyimpan kemarahan mendalam terhadap Kenna karena percaya ia meninggalkan Scotty dalam kondisi sekarat setelah kecelakaan terjadi.
Situasi menjadi semakin rumit ketika Kenna tanpa sengaja bertemu Ledger Ward. Ledger merupakan sahabat dekat Scotty yang juga memiliki kedekatan dengan keluarga korban. Pertemuan keduanya memunculkan ketertarikan yang sulit dijelaskan, meskipun masa lalu mereka terhubung oleh tragedi yang sama.
Hubungan tersebut menjadi inti konflik cerita. Di satu sisi, Kenna berusaha memperbaiki hidupnya dan mencari kesempatan untuk mengenal anaknya. Di sisi lain, Ledger harus menghadapi dilema antara kesetiaan terhadap keluarga sahabatnya dan perasaan yang tumbuh terhadap perempuan yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Scotty.
Karakter Kenna diperankan Maika Monroe, yang dikenal lewat sejumlah film thriller dan horor. Sementara Ledger dimainkan Tyriq Withers, aktor yang juga mulai dikenal lewat proyek genre serupa. Keduanya menghadirkan dinamika emosional yang menjadi kekuatan utama film ini.
Meski alur ceritanya mengikuti formula drama romantis yang cukup familiar, film ini tetap mencoba menghadirkan lapisan emosi melalui konflik batin para tokohnya. Rasa kehilangan, kesedihan, dan keinginan untuk menebus kesalahan menjadi tema yang terus muncul sepanjang cerita.
Latar kota kecil di wilayah pegunungan Amerika juga memberi nuansa visual yang cukup kuat. Pemandangan alam yang luas dan tenang kontras dengan pergulatan emosional para karakter. Elemen musik bernuansa Americana turut memperkuat atmosfer nostalgia yang ingin dibangun film ini.
Namun demikian, beberapa bagian cerita menuntut tingkat penerimaan tertentu dari penonton. Sejumlah situasi terasa terlalu kebetulan atau dramatis, sesuatu yang cukup sering muncul dalam adaptasi novel romantis populer. Walau begitu, pendekatan penyutradaraan yang fokus pada hubungan dua karakter utama membuat konflik tetap terasa personal dan intim.
Film ini juga menyinggung proses seseorang kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman penjara. Kenna harus menghadapi stigma, kesulitan mendapatkan pekerjaan, serta penolakan dari orang-orang yang masih menyimpan luka masa lalu. Elemen tersebut menambah dimensi sosial dalam cerita yang pada dasarnya berfokus pada hubungan romantis.
Di tengah tren adaptasi novel populer yang semakin banyak diproduksi Hollywood, Reminders of Him menjadi bagian dari upaya studio film untuk mempertahankan minat penonton terhadap drama emosional yang berpusat pada karakter. Genre ini sempat mendominasi layar lebar pada era 1990-an sebelum perlahan tergeser oleh film aksi dan franchise besar.
Kehadiran film ini juga menunjukkan bahwa kisah cinta dengan nuansa sentimental masih memiliki tempat di bioskop. Walau tidak selalu menghadirkan cerita yang sepenuhnya realistis, drama seperti ini tetap mampu menarik perhatian berkat kekuatan emosi yang dihadirkan.
Reminders of Him dijadwalkan mulai tayang di bioskop Australia pada 12 Maret, kemudian menyusul di Inggris dan Amerika Serikat pada 13 Maret. Film ini menjadi salah satu adaptasi terbaru dari karya Colleen Hoover yang terus mendapatkan perhatian dari industri film.

