Apple MacBook Air 2026 Tampil Sama, Tapi Performa Melonjak Berkat Chip M5

Apple kembali memperbarui lini laptop tipis andalannya melalui MacBook Air 13 inci generasi terbaru yang kini menggunakan chip M5. Secara tampilan, perangkat ini tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan generasi sebelumnya. Namun di balik desain yang familiar, peningkatan performa menjadi fokus utama dari pembaruan kali ini.

MacBook Air terbaru dijual mulai dari 1.099 dolar AS. Harga tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya yang sempat dijual mulai 999 dolar AS. Kenaikan harga ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan spesifikasi dasar yang kini lebih besar, termasuk kapasitas penyimpanan yang meningkat dua kali lipat.

Pada model dasar, MacBook Air kini dibekali memori 16GB serta penyimpanan SSD 512GB. Sebelumnya, model awal hanya menawarkan SSD 256GB. Apple juga mengklaim bahwa generasi SSD terbaru ini memiliki kecepatan baca dan tulis hingga dua kali lebih cepat dibandingkan model MacBook Air berbasis chip M4.

Dari sisi performa, chip M5 menjadi komponen utama yang membawa peningkatan signifikan. Versi standar chip ini memiliki 10 inti CPU yang terdiri dari empat inti performa dan enam inti efisiensi. Untuk grafis, model dasar menggunakan delapan inti GPU, sementara konfigurasi yang lebih tinggi memiliki 10 inti GPU.

Apple juga menyediakan beberapa konfigurasi tambahan bagi pengguna yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi. Salah satu varian menengah dibanderol sekitar 1.299 dolar AS dengan GPU yang lebih kuat serta penyimpanan 1TB. Sementara versi tertinggi menawarkan memori hingga 24GB. Secara keseluruhan, konfigurasi dapat ditingkatkan hingga 32GB RAM dan penyimpanan mencapai 4TB.

Meski peningkatan performa cukup signifikan, Apple tetap mempertahankan desain yang sama seperti generasi sebelumnya. MacBook Air 13 inci memiliki ketebalan sekitar 0,44 inci dengan bobot hanya 2,7 pon. Desain ini membuatnya tetap menjadi salah satu laptop paling ringan dan mudah dibawa di kelasnya.

Bodi aluminium yang kokoh masih menjadi ciri khas utama perangkat ini. Kualitas material tersebut membuat MacBook Air terasa premium dibanding banyak laptop lain di kisaran harga serupa.

Pilihan warna yang tersedia juga cukup beragam. Apple menawarkan empat warna yaitu Silver, Sky Blue, Starlight, dan Midnight. Warna Sky Blue menjadi tambahan yang cukup menarik karena menghadirkan nuansa biru lembut yang tetap terlihat profesional.

Layar MacBook Air juga masih menggunakan panel Liquid Retina berukuran 13,6 inci dengan resolusi 2560 x 1664 piksel. Tingkat kecerahan mencapai 500 nit sehingga tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan. Namun refresh rate masih berada di 60Hz, dan hingga kini Apple belum menghadirkan opsi layar OLED pada seri Air.

Di pasar laptop saat ini, beberapa perangkat pesaing bahkan sudah menawarkan layar OLED dengan harga lebih terjangkau. Hal tersebut membuat absennya panel OLED pada MacBook Air terasa sebagai peluang yang belum dimanfaatkan Apple.

Dari sisi konektivitas, laptop ini dilengkapi dua port USB-C yang mendukung Thunderbolt 4 serta port MagSafe untuk pengisian daya. Kedua port USB-C tersebut juga dapat digunakan untuk transfer data berkecepatan tinggi hingga 40Gbps serta output video ke monitor eksternal dengan resolusi tinggi.

Apple juga mempertahankan webcam 12 megapiksel dengan fitur Center Stage yang mampu menyesuaikan posisi kamera secara otomatis saat melakukan panggilan video. Fitur ini menjadi salah satu keunggulan yang membuat MacBook Air tetap relevan untuk kebutuhan kerja jarak jauh maupun komunikasi digital.

Dalam pengujian performa, chip M5 menunjukkan peningkatan yang cukup jelas dibandingkan generasi M4. Laptop ini mampu menjalankan berbagai tugas produktivitas, multitasking, hingga pekerjaan kreatif ringan dengan sangat lancar. Bahkan dalam beberapa pengujian, performanya mampu melampaui sejumlah laptop Windows di kelas harga yang sama.

Dari sisi grafis, peningkatan inti GPU juga membuat MacBook Air lebih mampu menjalankan aplikasi grafis dan game ringan hingga menengah. Walau bukan perangkat yang dirancang khusus untuk gaming, kemampuan grafisnya kini terasa lebih fleksibel dibanding generasi sebelumnya.

Untuk daya tahan baterai, MacBook Air M5 mampu bertahan hingga sekitar 18 jam dalam pengujian pemutaran video. Angka tersebut cukup untuk menemani aktivitas kerja atau belajar sepanjang hari tanpa perlu sering mengisi daya.

Dengan kombinasi performa yang lebih cepat, penyimpanan lebih besar, serta desain yang tetap tipis dan ringan, MacBook Air M5 kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu laptop ultraportabel terbaik di kelasnya.

Bagi pengguna MacBook Air berbasis M4 atau M3, peningkatan ini mungkin belum cukup besar untuk mendorong upgrade dalam waktu dekat. Namun bagi pengguna MacBook yang lebih lama, terutama model berbasis Intel, generasi terbaru ini bisa menjadi lompatan performa yang sangat terasa.