Sekuel dari gim petualangan puzzle platformer Planet of Lana akhirnya hadir melalui Planet of Lana II: Children of the Leaf. Gim ini melanjutkan kisah Lana dan sahabat kecilnya yang menyerupai kucing bernama Mui dalam dunia asing yang penuh misteri. Meski mekanik permainannya tidak banyak berubah dari gim pertama, pengalaman yang ditawarkan tetap terasa kuat berkat cerita yang emosional, visual memukau, serta musik yang atmosferik.
Cerita berlangsung dua tahun setelah peristiwa pada gim pertama. Dunia yang sebelumnya dilanda ancaman robot kini mulai berubah. Manusia dan robot hidup berdampingan, bahkan robot dimanfaatkan untuk membantu berbagai pekerjaan berat. Namun situasi damai itu tidak berlangsung lama. Kehadiran suku baru bernama Dijinghala dari wilayah utara membawa konflik baru yang perlahan mengganggu keseimbangan lingkungan.
Ekspansi suku tersebut memicu berbagai dampak buruk. Aktivitas penambangan yang mereka lakukan menghasilkan kristal misterius yang mengeluarkan gas beracun. Zat berbahaya itu akhirnya menyebabkan adik angkat Lana jatuh sakit. Untuk menyelamatkannya, Lana harus mencari tiga bahan penting yang diperlukan untuk membuat obat.
Premis tersebut menjadi awal petualangan baru. Lana kembali menjelajah berbagai wilayah untuk mengumpulkan bahan yang dibutuhkan. Namun alur ini terasa seperti misi pengumpulan sederhana yang kurang memberikan kedalaman emosional. Hubungan dengan karakter yang sakit juga tidak digali terlalu jauh sehingga motivasi utama terasa kurang kuat.
Meski demikian, perjalanan tersebut tetap membawa Lana ke lokasi yang menarik. Ia menjelajah hutan hijau yang luas, pegunungan bersalju, hingga reruntuhan pesawat luar angkasa yang tersembunyi. Di balik perjalanan ini, berbagai petunjuk tentang suku Dijinghala mulai terungkap sedikit demi sedikit.
Pertanyaan mengenai asal-usul suku tersebut, teknologi yang mereka kuasai, serta hubungan mereka dengan robot misterius dari gim sebelumnya perlahan membangun rasa penasaran. Sosok pemimpin bertopeng yang tampak seperti pemimpin kultus juga menambah lapisan misteri dalam cerita.
Bagian kedua permainan menjadi titik paling kuat dari Planet of Lana II. Setelah berbagai petunjuk tersebar sepanjang perjalanan, cerita mulai menyajikan serangkaian pengungkapan yang membuat alur terasa jauh lebih menarik. Setiap jawaban yang muncul memicu pertanyaan baru, mendorong rasa ingin tahu untuk terus berlanjut hingga akhir permainan.
Puncak cerita menghadirkan klimaks yang memuaskan sekaligus menyisakan tanda tanya. Akhir cerita terasa seperti membuka kemungkinan hadirnya sekuel berikutnya, terutama karena beberapa misteri masih belum sepenuhnya terjawab.
Salah satu elemen unik dari seri ini adalah cara penyampaian cerita. Sebagian besar dialog menggunakan bahasa fiksi yang tidak memiliki terjemahan langsung. Makna percakapan harus dipahami melalui ekspresi karakter, bahasa tubuh, serta konteks visual. Pendekatan ini membuat interpretasi cerita bisa berbeda bagi setiap pemain.
Dari sisi gameplay, Planet of Lana II masih mempertahankan konsep puzzle platformer 2.5D. Lana bekerja sama dengan Mui untuk memecahkan berbagai teka-teki. Lana memiliki kemampuan seperti berenang, memindahkan objek berat, dan meretas robot tertentu. Sementara Mui dapat menjangkau area sempit, mengaktifkan perangkat, serta mengendalikan beberapa makhluk.
Sekuel ini juga menambahkan kemampuan baru pada Lana seperti wall jump, berlari cepat, dan melakukan slide. Kombinasi kemampuan kedua karakter menjadi inti dari sebagian besar teka-teki. Dalam banyak situasi, Lana harus membuka jalan bagi Mui atau sebaliknya.
Tingkat kesulitan puzzle meningkat seiring perkembangan cerita. Beberapa teka-teki menuntut koordinasi waktu yang presisi, terutama dalam bagian platforming yang lebih menegangkan. Namun sayangnya, potensi mekanik ini baru benar-benar dimanfaatkan secara maksimal menjelang akhir permainan.
Bagian yang paling sering menimbulkan frustrasi adalah puzzle bawah air. Pergerakan karakter terasa lambat sehingga membuat situasi tertentu menjadi menyebalkan, terutama saat harus menghindari ancaman atau mencari jalur keluar sebelum kehabisan napas.
Terlepas dari kekurangan tersebut, Planet of Lana II tetap tampil menonjol dalam hal presentasi. Setiap area memiliki identitas visual yang kuat dengan warna dan nuansa berbeda. Musik latar juga berperan besar dalam membangun atmosfer emosional sepanjang petualangan.
Secara keseluruhan, Planet of Lana II: Children of the Leaf berhasil mempertahankan kekuatan utama seri ini yaitu cerita yang misterius dan dunia yang indah untuk dijelajahi. Walau inovasi gameplay terasa terbatas dan awal cerita berjalan agak lambat, bagian akhir permainan menunjukkan potensi besar untuk masa depan seri ini.
Jika arah pengembangan pada bagian akhir benar-benar menjadi fondasi bagi gim berikutnya, seri Planet of Lana berpeluang berkembang menjadi salah satu waralaba puzzle petualangan yang paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.

