Film-film klasik dari Studio Ghibli kembali mendapat perhatian besar di layar bioskop modern. Distributor film anime Gkids mengumumkan rencana penayangan dua karya terkenal Studio Ghibli di jaringan bioskop IMAX di Amerika Utara dalam versi remaster 4K.
Dua judul yang akan hadir adalah “Whisper of the Heart” dan “The Secret World of Arrietty.” Penayangan dijadwalkan berlangsung pada musim semi, dengan “Whisper of the Heart” mulai tayang pada 21 April, sementara “The Secret World of Arrietty” menyusul pada 19 Mei. Kedua film tersebut akan tersedia di bioskop IMAX di Amerika Serikat dan Kanada.
Penonton dapat menyaksikan film dalam dua pilihan bahasa, yakni versi Jepang asli dengan teks terjemahan maupun versi sulih suara bahasa Inggris. Pendekatan ini memberi kesempatan bagi penggemar lama maupun penonton baru untuk menikmati film sesuai preferensi masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Gkids dan IMAX untuk menghadirkan kembali katalog film Studio Ghibli dengan kualitas visual yang diperbarui. Program ini fokus pada restorasi digital dalam format 4K sehingga film yang sebelumnya dirilis puluhan tahun lalu dapat tampil dengan detail yang lebih tajam di layar bioskop modern.
Kolaborasi tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Pada akhir 2025, kedua perusahaan memperluas kerja sama mereka dengan rencana menghadirkan sejumlah film Ghibli yang telah direstorasi secara eksklusif di jaringan IMAX di Amerika Utara.
Salah satu film yang akan lebih dulu tayang dalam rangkaian tersebut adalah “Kiki’s Delivery Service,” yang dijadwalkan hadir dalam versi remaster 4K mulai 13 Maret. Sebelumnya, “Princess Mononoke” menjadi film pembuka dari program restorasi ini pada awal 2025 dan berhasil mencatatkan prestasi sebagai salah satu film katalog lama dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah IMAX.
“Whisper of the Heart” merupakan film animasi yang pertama kali dirilis pada 1995. Film ini disutradarai oleh Yoshifumi Kondo dan mengangkat kisah perjalanan seorang remaja bernama Shizuku yang tengah mencari jati diri serta arah hidupnya. Cerita berkembang setelah pertemuan tak terduga dengan seekor kucing misterius yang membawanya pada berbagai pengalaman baru.
Naskah film tersebut ditulis oleh Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli yang dikenal luas berkat karya-karya animasi berpengaruh dalam industri film dunia. Kisahnya diadaptasi dari manga karya Aoi Hiiragi dan dikenal sebagai cerita coming-of-age yang hangat serta penuh nuansa imajinatif.
Sementara itu, “The Secret World of Arrietty” dirilis pada 2010 dan disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi. Film ini terinspirasi dari novel anak-anak klasik “The Borrowers” karya Mary Norton. Cerita berfokus pada Arrietty, makhluk kecil yang hidup tersembunyi di bawah lantai rumah manusia bersama keluarganya.
Kehidupan mereka berubah ketika seorang anak manusia secara tidak sengaja melihat keberadaan Arrietty. Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan persahabatan yang tidak biasa.
Versi sulih suara bahasa Inggris dari film ini juga menghadirkan sejumlah aktor terkenal seperti Bridgit Mendler, David Henrie, Amy Poehler, Will Arnett, Moises Arias, dan Carol Burnett.
Proses remaster 4K untuk berbagai film dalam proyek ini diawasi oleh Atsushi Okui, seorang veteran Studio Ghibli yang telah bekerja dengan studio tersebut sejak awal 1990-an. Ia juga terlibat dalam pengolahan visual digital untuk film “The Boy and the Heron,” karya terbaru Miyazaki yang meraih penghargaan Oscar.
Upaya restorasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga relevansi film animasi klasik di era bioskop modern. Dengan teknologi visual terbaru dan format layar raksasa IMAX, film-film lama dapat dinikmati kembali dengan pengalaman yang jauh lebih imersif.
Bagi industri film, strategi tersebut juga menunjukkan bagaimana karya animasi klasik masih memiliki daya tarik kuat di pasar global. Penayangan ulang dengan kualitas visual yang diperbarui tidak hanya memperkenalkan karya tersebut kepada generasi baru, tetapi juga memberi kesempatan bagi penggemar lama untuk merasakan kembali pengalaman menonton yang berbeda.

