Di ajang Mobile World Congress, perhatian banyak orang biasanya tertuju pada smartphone. Namun tahun ini, Lenovo justru menampilkan sejumlah perangkat tablet yang mencoba menembus dua kebutuhan berbeda: hiburan kelas berat dan perangkat kerja lapangan yang tahan banting.
Salah satu perangkat yang paling menarik adalah tablet gaming Legion Tab, berukuran kompak yang menyasar pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harus membawa perangkat besar. Pasar tablet berukuran di bawah 9 inci sebenarnya cukup sepi. Selama ini hanya beberapa produk seperti Apple iPad mini yang bermain di segmen tersebut, sementara sebagian besar produsen Android memilih ukuran layar di atas 10 inci.
Legion Tab hadir dengan layar 8,8 inci beresolusi tinggi 3.040 x 1.904 piksel dengan rasio 16:10. Panel IPS LCD yang digunakan mampu mencapai refresh rate 165Hz, angka yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat gaming. Tingkat kecerahan normal berada di 600 nits dan dapat meningkat hingga 750 nits, sehingga masih nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.
Dimensi perangkat ini tergolong ringkas dengan ketebalan sekitar 7,6 mm dan bobot sekitar 360 gram. Meski kecil, tablet ini dibekali baterai berkapasitas 9.000 mAh. Lenovo juga menambahkan dua port USB-C, sebuah fitur yang cukup jarang pada tablet. Dengan konfigurasi ini, perangkat dapat diisi daya sambil tetap terhubung ke aksesori lain atau bahkan ke monitor eksternal.
Untuk performa, Legion Tab menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5. Prosesor ini dipadukan dengan RAM LPDDR5T berkecepatan tinggi serta penyimpanan UFS 4.1 Pro. Konfigurasi maksimalnya mencapai RAM 16 GB dan penyimpanan internal hingga 512 GB. Lenovo juga mengandalkan sistem pendingin Coldfront dengan ruang uap yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas hingga 32 persen dibanding generasi sebelumnya, sehingga performa dapat dipertahankan lebih stabil saat bermain game dalam waktu lama.
Fitur tambahan berbasis kecerdasan buatan turut disematkan melalui Lenovo AI Engine+. Teknologi ini dapat meredam kebisingan saat komunikasi suara dalam game, memperkuat suara penting seperti langkah musuh, serta menyesuaikan sensitivitas sentuhan layar berdasarkan situasi permainan.
Berbeda dari banyak perangkat Legion lain yang sering terbatas pada pasar China, Legion Tab direncanakan tersedia lebih luas di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mulai April dengan harga awal sekitar 1.000 euro.
Selain tablet gaming, Lenovo juga memperkenalkan ThinkTab X11 yang dirancang untuk kebutuhan industri. Perangkat ini ditujukan bagi sektor logistik, konstruksi, manufaktur, transportasi, hingga energi, di mana perangkat digital harus mampu bekerja dalam kondisi lingkungan yang keras.
ThinkTab X11 memiliki desain yang jauh lebih tangguh. Tablet ini telah melewati standar ketahanan militer MIL-STD-810H dan memiliki sertifikasi IP68 yang berarti tahan debu serta air. Layarnya tetap dapat digunakan dengan sarung tangan atau tangan basah, sebuah fitur yang penting untuk pekerja lapangan. Lenovo juga menyertakan stylus bawaan yang tersimpan di sudut perangkat.
Salah satu fitur paling unik dari ThinkTab X11 adalah baterai yang dapat dilepas tanpa membuka sekrup. Sistem ini memungkinkan penggantian baterai dengan cepat ketika daya habis. Selain itu terdapat mode tanpa baterai yang memungkinkan tablet dijalankan langsung dari sumber listrik atau docking kendaraan. Dengan cara ini, perangkat dapat beroperasi sepanjang waktu tanpa harus khawatir terhadap siklus pengisian baterai lithium.
Tablet ini menggunakan layar 10,95 inci beresolusi 2.560 x 1.600 piksel dengan tingkat kecerahan hingga 600 nits dalam mode kecerahan tinggi. Perlindungan layar menggunakan Gorilla Glass untuk menambah daya tahan terhadap benturan.
Untuk dapur pacu, ThinkTab X11 memakai chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3 yang dipadukan dengan RAM LPDDR5 hingga 12 GB dan penyimpanan UFS 3.2 hingga 512 GB. Kapasitas baterainya mencapai 10.200 mAh dan tetap dapat diganti jika diperlukan.
Dari sisi konektivitas, tablet ini mendukung Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, serta dilengkapi NFC di bagian depan yang memudahkan proses pemindaian barang dalam sistem inventaris. Tablet juga memiliki dua port USB-C sehingga dapat mengisi daya sambil terhubung ke perangkat lain atau docking station melalui adaptor khusus.
Dengan ketebalan hampir 10 mm dan bobot sekitar 650 gram, ThinkTab X11 memang tidak dirancang untuk mobilitas ringan seperti tablet konsumen biasa. Namun desain tersebut merupakan konsekuensi dari fokus pada ketahanan dan penggunaan di lingkungan kerja berat.
Perangkat ini dijadwalkan hadir di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mulai April dengan harga sekitar 500 euro.
Peluncuran dua tablet ini menunjukkan bagaimana pasar tablet semakin tersegmentasi. Di satu sisi ada perangkat kompak dengan performa tinggi yang menargetkan gamer mobile. Di sisi lain muncul perangkat yang dirancang khusus untuk industri dengan ketahanan ekstrem dan fitur operasional yang berbeda dari tablet konsumen pada umumnya. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa tablet tidak lagi hanya diposisikan sebagai perangkat hiburan, tetapi juga sebagai alat kerja yang semakin spesifik sesuai kebutuhan.

