TV 8K Gagal Total, Resolusi Super Tinggi Tak Berguna di Rumah

Sejak beberapa tahun terakhir, industri televisi mendorong gagasan bahwa layar 8K akan menjadi standar berikutnya dalam hiburan rumah. Perangkat pertama diperkenalkan lebih dari satu dekade lalu, mulai dari prototipe Sharp di CES 2012 hingga TV 8K OLED besar dari LG pada 2019. Promosi mengklaim resolusi yang delapan kali lebih tinggi dari 1080p itu bakal menghadirkan pengalaman sinematik yang tak tertandingi. Namun, kenyataannya, 8K tidak pernah benar-benar menemukan tempatnya di ruang keluarga.

Alasan utama kegagalan ini sederhana: konten. Hampir tidak ada film, siaran, atau game yang memanfaatkan resolusi 8K. Banyak orang masih puas dengan 4K, yang kini digunakan oleh hampir satu miliar TV di seluruh dunia, dibandingkan hanya 1,6 juta unit 8K yang terjual sejak 2015. Bahkan perangkat gaming yang diklaim mendukung 8K, seperti PlayStation 5 Pro, menghadapi batasan teknis sehingga resolusi tinggi ini sulit dinikmati secara penuh.

Selain konten, pertimbangan jarak pandang juga menjadi penghambat. Studi dari University of Cambridge menunjukkan bahwa untuk benar-benar merasakan manfaat 8K, penonton harus duduk sangat dekat dengan layar—sekitar satu meter untuk TV 50 inci dan dua hingga tiga meter untuk layar besar 80–100 inci. Jarak tersebut tidak realistis bagi sebagian besar ruang tamu.

Dampak dari tren ini mulai terlihat. LG Display berhenti memproduksi panel 8K, dan LG Electronics menghentikan stok terakhir 8K OLED dan LCD. Sony dan TCL juga telah meninggalkan pasar 8K atau membatasi produksinya karena permintaan rendah. Sementara itu, asosiasi 8K yang semula beranggotakan lebih dari 30 perusahaan kini menyusut menjadi 16 anggota, hanya menyisakan dua produsen TV.

Ke depan, perhatian konsumen dan produsen tampaknya bergeser ke teknologi lain yang memberikan peningkatan visual lebih nyata, seperti OLED, HDR, Micro LED, dan panel berbasis quantum dot. 8K mungkin masih memiliki tempat bagi penggemar teknologi atau aplikasi khusus, tetapi kemungkinan besar tidak akan menjadi standar utama di rumah. Industri televisi akhirnya mengakui bahwa 4K tetap cukup untuk sebagian besar orang, dan resolusi ekstrem seperti 8K hanya relevan dalam kondisi tertentu.

Dengan berkurangnya pilihan 8K di pasaran, era di mana produsen berlomba-lomba menampilkan “8K sejati” sudah berakhir. Fokus kini lebih pada pengalaman menonton yang nyata dan dapat dirasakan, bukan angka resolusi di atas kertas.