Rasanya seperti deja vu. Ubisoft kembali terjebak dalam kontroversi yang sebenarnya nggak perlu-perlu amat. Kali ini, masalahnya datang dari Assassin’s Creed Shadows yang mendapat sorotan di Jepang, bahkan sampai dibahas di parlemen.
Semua ini gara-gara fitur dalam game yang memungkinkan pemain menghancurkan bangunan, termasuk kuil. Anggota parlemen Jepang, Kada Hiroyuki, sempat mempertanyakan hal ini ke Perdana Menteri Jepang. Responsnya yang terdengar serius kemudian jadi viral, seolah-olah Ubisoft melakukan kesalahan besar. Hasilnya? Ubisoft buru-buru merilis patch yang menghapus fitur penghancuran kuil.
Padahal, kalau dilihat lebih dalam, ini bukan masalah besar. Dalam Assassin’s Creed Shadows, pemain bisa menghancurkan banyak benda di dalam game, termasuk pintu dan meja. Bukan hanya kuil! Tapi karena kehebohan ini, Ubisoft malah memutuskan buat mengalah dan menghapus fitur tersebut.
Yang bikin heran, Ubisoft sepertinya nggak belajar dari pengalaman sebelumnya. Assassin’s Creed sudah berkali-kali memasukkan elemen sejarah dan agama dalam permainannya, dari membakar biara sampai bertarung melawan Paus. Kenapa sekarang mereka tiba-tiba menarik batasan di sini? Apalagi, ini bukan aksi kekerasan terhadap agama, melainkan efek sampingan dari fitur eksplorasi yang memungkinkan pemain memanjat dan menghancurkan benda di dalam game.
Masalahnya lebih besar dari sekadar fitur game. Ubisoft tampaknya terus-terusan terjebak dalam siklus merespons kritik yang nggak perlu. Banyak kontroversi yang muncul karena kelompok tertentu yang nggak suka dengan pilihan karakter dan latar game ini. Mereka ribut, media memberitakan, lalu Ubisoft panik dan mengubah game mereka. Siklus ini terus berulang, dan rasanya makin melelahkan buat mereka yang benar-benar menikmati game ini tanpa memusingkan drama nggak penting.
Seharusnya Ubisoft cukup fokus pada game mereka dan nggak perlu repot-repot mengakomodasi kritik yang nggak mendasar. Kalau dari awal mereka yakin dengan konsepnya, kenapa harus mundur gara-gara tekanan dari sekelompok kecil orang?