Pembaruan rutin Windows yang seharusnya meningkatkan keamanan justru memicu masalah serius bagi sebagian pengguna. Pada pertengahan Januari 2026, Microsoft merilis pembaruan Patch Tuesday pertama tahun ini untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Pembaruan tersebut membawa sejumlah perbaikan sistem, namun juga memunculkan gangguan besar pada aplikasi email klasik Outlook.
Masalah mulai dirasakan setelah pembaruan dengan kode KB5074109 terpasang. Banyak laporan menyebutkan bahwa Outlook menjadi sulit digunakan. Aplikasi kerap macet secara acak, email yang sedang diketik tidak tersimpan, dan Outlook gagal tertutup dengan normal. Dalam beberapa kasus, aplikasi bahkan tidak bisa dibuka kembali setelah ditutup.
Keluhan ini tidak datang dari satu dua orang saja. Sejumlah pengguna membagikan pengalaman serupa di forum dukungan, termasuk praktisi IT yang menangani banyak perangkat sekaligus. Setelah mencoba berbagai langkah perbaikan tanpa hasil, satu pola yang sama akhirnya muncul. Outlook kembali normal setelah pembaruan Windows tersebut dihapus.
Microsoft kemudian mengakui adanya gangguan ini melalui dokumen dukungan resmi. Perusahaan menjelaskan bahwa setelah pembaruan Januari 2026, Outlook dengan akun POP mengalami kegagalan saat keluar dari aplikasi. Akibatnya, Outlook tidak bisa dijalankan ulang, disertai gejala lain seperti hang dan freeze. Microsoft juga menyebut masih ada kemungkinan gejala tambahan yang sedang ditelusuri lebih lanjut.
Situasi ini menjadi perhatian karena Outlook masih digunakan secara luas, terutama di lingkungan kerja. Email adalah sarana komunikasi utama bagi banyak organisasi, sehingga gangguan kecil sekalipun dapat berdampak besar pada produktivitas. Bagi tim IT, masalah ini berarti waktu tambahan untuk menangani keluhan, sementara bagi pengguna individu bisa berujung pada hilangnya pekerjaan yang belum tersimpan.
Yang memperumit keadaan, hingga saat ini belum ada solusi resmi dari Microsoft selain mencopot pembaruan tersebut. Perusahaan belum merilis perbaikan lanjutan atau panduan alternatif untuk menghindari masalah tanpa menghapus update. Ini menempatkan pengguna pada pilihan sulit antara menjaga sistem tetap mutakhir atau memastikan aplikasi penting tetap berfungsi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembaruan sistem, meskipun penting, tidak selalu berjalan mulus. Bagi banyak orang yang mengandalkan Outlook setiap hari, gangguan ini bukan sekadar bug teknis, tetapi hambatan nyata dalam aktivitas kerja dan komunikasi digital.

