Update Windows 11 Bikin ROG Ally Error, Ini Penyebab dan Solusinya

Pembaruan terbaru Windows 11 memicu gangguan serius pada perangkat genggam ASUS ROG Ally dan ROG Xbox Ally. Setelah update terpasang, sejumlah pengguna melaporkan kontrol bawaan tiba-tiba tidak berfungsi, membuat perangkat sulit digunakan tanpa bantuan mouse dan keyboard tambahan.

Masalah ini berakar pada fitur keamanan Windows bernama Smart App Control. Sistem perlindungan ini dirancang untuk mencegah aplikasi berbahaya berjalan di perangkat. Namun, dalam pembaruan kali ini, fitur tersebut justru salah mengidentifikasi Armoury Crate, aplikasi inti yang mengatur kontrol dan performa perangkat ROG Ally, sebagai ancaman. Akibatnya, sistem memblokir berbagai fungsi penting, termasuk pengoperasian tombol fisik.

Kondisi ini tidak hanya dialami segelintir orang. Sejumlah laporan di media sosial dan forum komunitas menunjukkan bahwa gangguan ini muncul secara luas setelah pembaruan diinstal. Bahkan setelah pembaruan driver AMD dilakukan, notifikasi pemblokiran tetap muncul, menandakan bahwa sumber masalah berada pada sistem keamanan Windows itu sendiri.

Situasi ini menjadi penting karena ROG Ally dan ROG Xbox Ally dirancang sebagai perangkat gaming portabel yang mengandalkan kontrol fisik. Ketika fungsi tersebut lumpuh, pengalaman bermain menjadi sangat terganggu. Pengguna terpaksa menyambungkan perangkat tambahan hanya untuk menavigasi menu, sesuatu yang jelas bertentangan dengan konsep portabilitas dan kenyamanan.

Dampaknya terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang menggunakan perangkat ini untuk bermain saat bepergian. Proses sederhana seperti membuka gim, mengatur performa, hingga sekadar menjelajahi antarmuka menjadi merepotkan. Bagi sebagian orang, hal ini bahkan membuat perangkat nyaris tidak bisa digunakan sama sekali.

Sambil menunggu perbaikan resmi dari Microsoft, terdapat solusi sementara yang dapat dilakukan. Langkah utamanya adalah menonaktifkan fitur Smart App Control melalui menu keamanan Windows. Proses ini memerlukan bantuan mouse dan keyboard karena kontrol bawaan tidak dapat dioperasikan. Setelah fitur tersebut dimatikan dan perangkat dihidupkan ulang, fungsi kontrol biasanya kembali normal.

Meski langkah ini cukup efektif, menonaktifkan sistem keamanan tentu bukan solusi ideal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kehadiran pembaruan resmi dari Microsoft sangat dinantikan agar pengguna dapat kembali menikmati perangkat secara optimal tanpa harus mengorbankan aspek keamanan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembaruan sistem, meski bertujuan meningkatkan perlindungan dan kinerja, tetap berpotensi membawa risiko jika tidak diuji secara menyeluruh pada berbagai jenis perangkat. Bagi pengguna perangkat genggam berbasis Windows, kehati-hatian sebelum memasang pembaruan besar menjadi langkah bijak untuk menghindari gangguan serupa di masa mendatang.